Abstrak
Negara Indonesia menghendaki pemerintahan DIY sebagai daerah otonom dalam kerangka otonomi khusus. Dalam hal ini, urusan keistimewaan DIY yang dinilai sebagai titik tolak otonomi khusus berdasarkan sistem demokrasi pemerintahan. Maka dari itu, kajian makalah ini berupaya menganalisa konstitusionalitas sistem demokrasi yang menyertai pemerintahan DIY, dan memberikan konsep demokrasi alternatif sebagai penguatan sistem demokrasi kedaerahan. Makalah ini diperkuat secara metodologis dengan metode legal-normative discourse, serta pendekatan constitutional-legal statute, teoritik-filosofis, konseptual, dan case approach. Atas dasar telaah kajian, bahwasanya sistem demokrasi yang menyertai urusan keistimewaan pemerintahan DIY adalah konstitusional. Akan tetapi, untuk mencapai pemerintahan yang konstitusional-demokratis, maka pemerintahan DIY harus menerapkan konsep demokrasi komunalistik sebagai alternatif-konvergensi dalam kerangka demokrasi Pancasila yang merupakan consensus democracy.Signifikasi studi makalah adalah studi hukum normatif-doktrinal yang bertolak pada norma hukum UUD NRI dan UUK DIY serta ajaran hukum yang menjadi ratio decidendi sistem demokrasi atas urusan keistimewaan pemerintahan DIY. Hal tersebut berbasis legal-normative discourse dalam meneliti norma hukum sistem demokrasi atas urusan keistimewaan pemerintah DIY dalam UUK DIY terhadap UUD NRI. Maka itu disertai pendekatan constitutional-legal statute, teoritik-filosofis, konseptual, serta case approach. Dalam hal ini, disertai metode analisis seperti content analysis dalam menganalisa diskursus hukum (konten) terhadap norma-norma hukum UUD dan UUK DIY terkait atas keadaan karakteristik pada norma hukum secara natural urusan keistimewaan pemerintahan DIY dalam UUK DIY terhadap UUD NRI.
Referensi
Buku
A. F. Leemans. Otonomi Daerah: Evaluasi dan Proyeksi. Jakarta: Partnership Governance Reform in Indonesia - CV. Trio Rimba Persada, 2003.
Abdul Aziz Hakim. Negara Hukum dan Demokrasi di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Afan Gaffar. Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.
Afifuddin Muhajir. Fiqh Tata Negara: Upaya Mendialogkan Sistem Ketatanegaraan Islam. Yogyakarta: IRCiSoD, 2017.
Ahmad Sukardja. Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara: Dalam Perspektif Fikih Siyasah. Jakarta: Sinar Grafika, 2014.
Aminuddin Ilmar. Hukum Tata Pemerintahan. Jakarta: Prenadamedia Group, 2016.
Anthony Giddens. The Third Way: The Renewal of Social Democracy. Cambridge: Polity Press, 2008.
Arend Lijphart. Patterns of Democracy: Government Forms and Performance in Thirty-Six Countries. United State of America: Yale University Press, 2012.
Bagir Manan. Memahami Konstitusi: Makna dan Aktualisasi. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
Bastian Widyatama, Demokrasi sebagai Siasat: Menafsikan Tapak Politik Demokrasi Sultan Hamengku Buwono IX. Yogyakarta: Penerbit PolGov, 2017.
Budiono Kusumphamidjojo. Teori Hukum: Dilema antara Hukum dan Kekuasaan. Bandung: Yrama Widya, 2016.
Dahlan Thaib, et. al. Teori dan Hukum Konstitusi. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.
Dody Nur Andriyan, Hukum Tata Negara dan Sistem Politik. Yogyakarta: Deepublish, 2016.
Fokky Fuad Wasitaatmadja. Filsafat Hukum: Akar Religiositas Hukum. Jakarta: Prenadamedia Group, 2015.
Franz Magnis Suseno. Etika Politik: Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2016.
Hans Kelsen. General Theory of Law and State. New York: Russell & Russell, 1973.
Hufron dan Syofyan Hadi. Ilmu Negara Kontemporer: Telaah Teoritis Asal Mula, Tujuan, dan Fungsi Negara, Negara Hukum dan Negara Demokrasi. Yogyakarta: Laksbang Grafika, 2016.
I Dewa Gede Atmadja. Filsafat Hukum: Dimensi Tematis dan Historis. Jakarta: Prenadamedia Group, 2015.
Idzam Fautanu. Filsafat Politik. Jakarta: Gaung Persada Press, 2013.
Irwansyah. Penelitian Hukum: Pilihan Metode dan Praktik Penulisan Artikel. Yogyakarta: Mirra Buana Media, 2020.
Jasser Auda. Maqashid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A System Approach. London: The International Institute of Islamic Thought, 2007.
Jimly Asshiddiqie. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2015.
. Konstitusi dan Konstitusionalisme. Jakarta: Konstitusi Press, 2005.
John Ferejohn, et. al. Constitutional Culture and Democratic Rule. Cambridge: Cambridge University, 2001.
John Attanasion. “Five Themes of American Constitutional Law” dalam Susi Dwi Harijanti, Negara Hukum yang Berkeadilan: Kumpulan Pemikiran Dalam Rangka Purnabakti Prof. Dr. Bagir Manan, S.H., MCL. Bandung: PT. Rosdakarya-Pusat Studi Kebijakan Negara FH Unpad, 2011.
Merphin Panjaitan. Logika Demokrasi. Jakarta: Permata Aksara, 2013.
Miriam Budiardjo. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2014.
Moh. Mahfud MD. Politik Hukum di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.
Muhammad Tahir Azhary. Negara Hukum: Studi tentang Prinsip-prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini. Jakarta: Prenadamedia Group, 2015.
Nomensen Sinamo. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Permata Aksara, 2014.
Peter Mahmud Marzuki. Penelitian Hukum. Jakarta: Prenadamedia Group, 2019.
R.M. Maclver. The Web of Government. New York: The Macmillan, 1961.
Saldi Isra. “Titik Temu Daulat Rakyat dan Daulat Hukum” dalam Janedjri M. Gaffar, Demokrasi Konstitusional: Praktik Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan UUD 1945. Jakarta: Konstitusi Press, 2012.
Salim HS dan Erlies Septiana Nurbani. Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Tesis dan Disertasi. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
Satjipto Rahardjo. Penegakan Hukum Progresif. Jakarta: Buku Kompas, 2010.
. Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing, 2009.
Sirajuddin, et. al. Legislative Drafting: Pelembagaan Metode Partisipatif dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Malang: Setara Press, 2015.
Sirajuddin dan Winardi. Dasar-Dasar Hukum Tata Negara Indonesia. Malang: Setara Press, 2015.
Soetandyo Wignjosoebroto. Hukum: Paradigma, Metode, dan Masalah. Malang: Setara Press, 2013.
Sri Soemantri Martosoewignjo. Hukum Tata Negara Indonesia: Pemikiran dan Pandangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2015.
Syamsuddin Haris. Partai, Pemilu, dan Parlemen Era Reformasi. Jakarta: Pustaka Obor, 2014.
Tamsil Linrung. Politik untuk Kemanusiaan. Tangerang: PT. Tali Writing, 2014.
Tim Bahtsul Masail HIMASAL. Fikih Kebangsaan: Merajut Kebangsaan di Tengah Kebhinnekaan. Kediri: Lirboyo Press, 2018.
Titik Triwulan Tutik. Restorasi Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group, 2017.
Yusnani Hasyimzoem, et. al. Hukum Pemerintahan Daerah. Jakarta; Rajawali Pers, 2017.
Jurnal
Abu Bakar. “Madani Society in Islamic Law Perspective” Journal of Research in Humanities and Social Science, Vol. IV, No. 2 (2016).
Ato Sugiarto. “Demokrasi dalam Pandangan Abdurrahman Wahid” Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Syarif Hidayatullah, 2010.
Baehaki Syakbani. “Checks and Balances Sistem Pemerintahan di Indonesia” Jurnal Valid Vol. X, No. 2 (2013).
Donny Gahral Adian. “Amartya Sen, Demokrasi, dan Teori Keputusan Sosial” Jurnal Respons, Vol. XVI, No. 2 (2011).
Eddie Sius Riyadi. “Nasionalisme Multikultural: Sebuah Sintesis Komunalisme vs. Nasionalisme Menuju Keadaban Politik” Jurnal Dignitas, Vol. V, No. 1 (2008).
Hanif Fudin. “Legal Justice in Presidential Impeachment Practice Between Indonesia and the United State of America” Journal of Law dan Judicial Vol. IX, No. 3 (2020).
. “Refleksi Normatif Ṣaḥīfah al-Madīnah terhadap Negara Indonesia. Jurnal Volksgeist Vol. 1 No. 1 (2018).
Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan UGM. Desentralisasi Asimetris yang Menyejahterakan. Yogyakarta: FISIP UGM, 2014.
Michel Rosenfeld. “The Rule of Law and The Legitimacy of Constitutional Democracy” Southern California Law Review Vol. 74 (2001).
Patricio Navia. “The History of Constitutional Adjudication in Chile and the State of Constitutional Adjudication in South Africa,” Asian Journal of American Latin Studies Vol. 22 (1999).
Pratikno, et. al. “Keistimewaan Yogyakarta: Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta” Monograph on Politics and Government Vol. II, No. 1 (2008).
Sabri Ciftci, “Islam, Socia Justice, and Democracy” Journal of Political and Religion of the American Political Science Association (2019).
Sakinah Nadir. “Otonomi Daerah dan Desentralisasi Desa” Jurnal Politik Profetik Vol. I, No. 1 (2013).
Semra Rana Gokmen. “Geopolitic and the Study of Internasional Relations” Dissertation, Middle East Technical University, 2010.
Titik Triwulan Tutik. “Analisis Hukum Tata Negara Sistem Penetapan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Sistem Pemilihan Kepala Daerah Berdasarkan Konstitusi” Jurnal Hukum dan Pembangunan Vol. XLI, No. 1 (2011).
Tyas Dian Anggraeni. “Interaksi Hukum Lokal dan Hukum Nasional dalam Urusan Pertanahan di Daerah Istimewa Yogyakarta” Jurnal Rechtsvinding Vol. I, No. 1 (2012)
Walter F. Murphy. “Civil Law, Common Law, and Constitutional Democracy” Louisiana Law Review Vol. LII, No. 1 (1991). http://digitalcommons.law.lsu.edu/lalrev/vol52/iss1/6, diakses 27 Maret 2021.
Situs
Ariyani Yakti Widyastuti. “Pembebasan Lahan Bandara Kulon Progo Kembali Dipersoalkan” diakses 6 Maret 2021, https://bisnis.tempo.co/read/1126236/pembebasan-lahan-bandara-kulon-progo-kembali-dipersoalkan.
Cambridge Dictionary. diakses pada 27 Maret 2021. https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/geopolitical
Irwan Syambudi. “Intoleransi di Yogyakarta Meningkat 5 Tahun Terakhir” diakses 5 Maret 2021. https://tirto.id/intoleransi-di-yogyakarta-meningkat-5-tahun-terakhir-kata-setara-emig.
M. Fauzan. “Bahan Perkuliahan Hukum Pemerintahan Daerah.” Purwokerto: Universitas Jendral Soedirman, 2018.
Muliarti, “Pengamat: Implementasi Demokrasi Indonesia Baru pada Tingkat Prosedural” diakses 23 Juni 2021, https://www.voaindonesia.com/amp/pengamat-implementasi-demokrasi-indonesia-baru-pada-tingkat-prosedural-135222208/101793.html
Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta. “Sejarah Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta.” diakses 28 Maret 2021. https://jogjaprov.go.id/profil/3-sejarah.
Sayyidatiihayaa Afra G. Raseukiy. “Feodalisme dalam Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta: Refleksi Kegagalan Dekolonialisasi Provinsi Yogyakarta.” https://fh.unpad.ac.id/feodalisme-dalam-undang-undang-keistimewaan-yogyakarta-refleksi-kegagalan-dekolonialisasi-provinsi-yogyakarta/
The Economist Intellegence Unit Report. Democracy Index 2020: in Sickness and in Health.? Report: EUI Ltd., 2021.
Universitas Gajah Mada “Kota Yogyakarta Darurat Tata Ruang.” diakses 6 Maret 2021. https://www.ugm.ac.id/id/berita/13377-kota-yogyakarta-darurat-tata-ruang.
Yustina Setiarini. “Ombudsman RI DIY Terima Laporan Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi Yogyakarta.” diakses 4 Maret 2021. https://ombudsman.go.id/artikel/r/artikel--ombudsman-ri-diy-terima-laporan-aliansi-rakyat-untuk-demokrasi-yogyakarta.
Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peraturan Daerah Istimewa Nomor 1 Tahun 2013 tentang Kewenangan Dalam Urusan Keistimewaan DIY.
